Selasa, 03 Februari 2009

Basis data

BASIS DATA DAN DBMS

A. Basis Data

Data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain. Sedangkan Informasi

adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data. Basis data adalah kumpulan data,

yang dapat digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang

berelasi.


1. Model Data

Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi.

Model data, adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk

menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa

manajemen basis data didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis,

atau model data jaringan.


1.1 Model Data Hirarkis

Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang

dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak. Setiap simpul (biasa

dinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul

yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua. Setiap orang

tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi

setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh

simpul orang tua disebua anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua

disebut akar. Simpul yang tidak mempunyi anak disebut daun. Adapun hubungan

ntara nak dn orng tua disebut cabang.


1.2 Model Data Jaringan

Model jaringan distandarisasi pda tahun 1971 oleh Data Base Task Group

(DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model

CODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian

dari CODASYL.

Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak

bisa memilki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa

menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua

punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa

orangtua). Pada model jaringan, orang tua diseut pemilik dan anak disebut anggota.

1.3 Model Data Relasional

Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini.

Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan

dari record. Deskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model

relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atau

atribut atau kolom), dan tipe dari tiap field.


2. Yang Berkepentingan Dengan Basis Data

Orang-orang yang berkepentingan dengan Basis Data meliputi :

· Pemakai akhir dan vendor DBMS

· Programmer aplikasi basis data

· Administrator Basis Data (Database Administrator)


B. DBMS (Database Management System)

Menurut Date, Sistem Basis Data adalah system terkomputerisasi yang tujuan

utamanya adalah memelihara informasidan membuat informasi tersebut tersedia saat

dibutuhkan.

Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System ± DBMS)

adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan

utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative

penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana n data dalam fiel dan

menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.


1. Tinjauan Sejarah

Generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan

General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai Penyimpanan Data

Terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang

kemudian distandardisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL).

Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam Nobel

pada ilmu komputer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan

sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS

dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data

hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil

kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini

memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.

Kemudian pada tahun 1970, Edgar Codd, di Laboratorium Penelitian di San

Jose, mengusulkan model data relasional. Di tahun 1980, model relasional menjadi

paradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk

basis data relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM. SQL

distandardisasi di akhir tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National

Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program

yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User

menulis programnya, dan bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut

secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan

Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.

Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang sistem basis data

yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang

powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang

kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vendor memperluas sistemnya

dengan kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan

kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus/spesial dikembangkan oleh banyak

vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis

data. Penomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning

(ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambahkan substansial

layer dari fitur berorientasi pada aplikasi. Paket yang termasuk didalamnya meliputi

Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket-paket ini mengidentifikasi

himpunan tugas secara umum (misal manajemen inventori, perencanaan sumber daya

manus ia, analisis finansial) dan menyediakan aplikasi layer secara umum untuk

menangani keperluan tersebut. Data disimpan dalam DBMS relasional, dan aplikasi

layer dapat disesuaikan untuk perusahaan yang berbeda. Lebih jauh lagi, DBMS

memasuki dunia internet. Pada saat generasi pertama dari Web site menyimpan

datanya secara eksklusif dalam file system operasi, maka saat ini DBMS dapat

digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses melalui Web browser. Query

dapat digenerate melalui form Web, dan format jawabannya menggunakan markup

language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor

basis data menambahkan fitur ini untuk DMS mereka. Manajemen basis data

mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat on-line, dan dapat diakses melalui

jaringan komputer. Saat sekarang bidang seperti ini diwujudkan dalam basis data

multimedia, video interaktif, perpustakaan digital,proyek ilmuwan seperti proyek

pemetaan, proyek sistem observasi bumi milik NASA, dll.


2. Komponen Utama DBMS

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

· Perangkat Keras

· Perangkat Lunak

· Data

· Pengguna


3. Keuntungan Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan,

yaitu :

· Kebebasan data dan akses yang efisien

· Mereduksi waktu pengembangan aplikasi

· Integritas dan keamanan data

· Administrasi keseragaman data

· Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari

proses serentak).

4. Level Abstraksi Dalam DBMS

Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu

konseptual, fisik, dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk

mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan

perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema

konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem.


Memiliki beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skema

fisik.

· Menggambarkan bagaimana cara user melihat data

· Skema konseptual mendefinisikan struktur logika

· Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan

Skema didefinisikan menggunakan DDL (Data Definition Language), data

dimodifikasi dengan menggunakan DML (Data Management Language).


5. Visual Foxpro 6.0

Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi

dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang

berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI

(Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul

FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan

dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi

dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain

dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual

Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah

menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat

lunak yang memenuhi tuntutan zaman.

Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model

Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh

pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan

sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-

C. Kesimpulan

Database merupakan komponen dasar dari sebuah sistem informasi dan

pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan

organisasi yang lebih besar. Oleh karena itu siklus hidup sebuah system informasi

organisasi berhubungan dengan siklus hidup sistem database yang mendukungnya.

Sistem Manajemen Basis Data adalah perangkat lunak yang mendukung

manajemen data dalam jumlah besar. DBMS menyediakan akses data yang efisien,

kebebasan data, integritas data, keamanan, dan pengembangan aplikasi yang cepat,

mendukung akses bersamaan dan perbaikan dari kerusakan

Pada perangkat lunak seperti Visual FoxPro yang beroperasi pada lingkungan

PC, basis data tidak hanya sekedar kumpulan table, tetapi juga mencangkup hal-hal

lain, seperti hubungan antar table, view (tabel yang bersifat logis, yang merupakan

paduan sejumlah medan milik sejumlah table), dan bahkan kode yang disebut

prosedur tersimpan.

REFERENSI

Badriyah, Tessy, “Basis Data – Bab I : Pendahuluan”, newserver.eepis-its.

edu/~tessy/D4DBBABI.PDF, (12 juli 2003)

Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, Bandung, 2002

Kadir, Abdul, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi Yogyakarta,

Yogyakarta, 1999.

Martina, Inge, 36 Jam Belajar Komputer Visual FoxPro 6.0, PT Elek Media

Komputindo, Jakarta, 2001.

Murni, Aniarti, “Konsep dan Arsitektur Basis Data”, Fakultas Ilmu Komputer,

UI, http://www.cs.ui.ac.id/kuliah/BasisData/FileKuliah/db02-2.PDF , (12

juli 2003)








0 komentar:


Blogger Templates by Seto Persiaji and my campus Informatika 2008. Powered by Blogger